Bayangkan bila hubungan yang terbina dalam keluarga hanya berlandaskan hubungan kepentingan belaka. Bayangkan di kala kepentingan yang dibutuhkan sudah tiada lagi, maka hancurlah hubungan tersebut. Kehancuran ter
sebut bisa jadi lebih buruk dari kehilangan salah satu angggota keluarga ataupun musibah lainnya.Seorang istri melayani suaminya hanya karena sang suami memberikannya nafkah dan kebalikannya, seorang suami menafkahi istrinya hanya karena sang istri melayaninya. Seorang anak hormat kepada ayahnya hanya karena sang ayah lebih besar daripadanya. Seorang anak tinggal bersama ibunya hanya karena ia masih membutuhkannya, dan demikian seterusnya.Lalu bayangkan apa yang terjadi setelahnya, yakni di kala keadaan menjadi berbalik, artinya di kala sang suami telah beranjak tua dan renta, dan waktu menghantarkannya pada banyak permasalahan seperti mengalami penyakit dan jatuh miskin dan pada saat itulah posisi istri menjadi lebih kuat, atau di kala seorang anak sudah bisa memberikan nafkah untuk keluarganya, maka pada saat itulah ia akan kehilangan rasa hormat pada ayahnya. Pada saat itulah ia bisa berlaku kasar dan bahkan mengusir keluarganya dari rumah hanya karena mereka sudah tidak bisa produktif lagi.